TANGERANG — Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan keberhasilan PT Followme Indonesia menembus pasar Papua Nugini menjadi salah satu bukti konkret efektivitas pembinaan pemerintah terhadap IKM kosmetik. Pelepasan ekspor produk kosmetik dan parfum perusahaan tersebut digelar di Tangerang, Senin (14/9).
Menurut Reni, capaian itu tidak hanya menjadi prestasi bagi perusahaan, tetapi juga menunjukkan industri kosmetik nasional, khususnya parfum, memiliki daya saing dan kualitas yang semakin diakui di tingkat internasional.
Rekam Jejak Ekspor ke Pasar Berstandar Tinggi
Reni menyebut produk wewangian dan kosmetik PT Followme Indonesia sebelumnya telah menembus pasar ekspor berstandar kualitas tinggi seperti Jepang. Kini perusahaan tersebut resmi melakukan ekspansi ke Papua Nugini.
"Rekam jejak keberhasilan menembus pasar internasional menjadi bukti kuat bahwa mutu produk PT Followme Indonesia telah diakui di pasar internasional," ujar Reni dalam acara pelepasan ekspor tersebut.
Perusahaan itu telah beroperasi hampir tiga dekade dengan fokus pada industri wewangian. Usahanya bermula dari skala industri kecil, kemudian aktif mengikuti program pembinaan sertifikasi CPKB yang diselenggarakan Ditjen IKMA.
Papua Nugini Dinilai Pasar Potensial bagi Produk Indonesia
Reni menambahkan, ekspor tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Papua Nugini. Kedekatan geografis menjadikan negara tetangga itu salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia, termasuk kosmetik dan wewangian.
"Papua Nugini menjadi salah satu pasar ekspor tetangga yang potensial untuk terus dikembangkan, seiring dengan semakin terbukanya peluang penetrasi produk Indonesia di kawasan tersebut," jelasnya.
Ia menilai keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor. Komitmen terhadap mutu dan pemenuhan standar ketat membuat PT Followme Indonesia bertransformasi menjadi IKM yang mampu memperluas pasar sekaligus menjaga eksistensinya.
"Pelepasan produk ekspor ini merupakan salah satu bukti bahwa industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing tinggi, kualitas produk yang diakui secara internasional, serta mampu bersaing di pasar global," ujar Reni.