Usai Black Ops 7, Treyarch Garap Proyek Call of Duty Baru

Usai Black Ops 7, Treyarch Garap Proyek Call of Duty Baru

JURNALNESIA.ID — Treyarch mulai mengalihkan fokus dari Black Ops 7 ke proyek Call of Duty berikutnya yang diklaim bakal menghadirkan pengalaman belum pernah ada sebelumnya. Studio veteran Activision itu menyebut sudah siap meninggalkan formula era Black Ops yang dipakai dua tahun terakhir.

Treyarch menyelesaikan pekerjaan pada Black Ops 7 dan bersiap masuk ke proyek baru. Design director studio tersebut, Kevin Drew, mengungkap arah baru itu lewat video Dev Talk terbaru.

Drew menyatakan timnya sudah menuntaskan eksplorasi panjang di era Black Ops. Kini mereka ingin melangkah ke sesuatu yang berbeda dari waralaba yang sudah berjalan lebih dari satu dekade.

Belajar dari Dua Black Ops Beruntun

Treyarch merilis Black Ops 6 pada 2024 dan langsung menyusul dengan Black Ops 7 pada 2025. Pola dua game setahun berturut-turut itu tergolong tidak biasa untuk waralaba Call of Duty.

Studio mengakui sempat khawatir soal kelelahan pemain terhadap seri Black Ops. Kekhawatiran itu masuk akal mengingat keduanya hadir hanya berselang setahun.

"But we're ready to make something new and something that nobody's ever experienced before," kata Drew dalam video tersebut. Pernyataan itu menegaskan Treyarch ingin keluar dari pola lama.

Tekanan Kompetisi dan Perubahan Strategi Microsoft

Battlefield 6 dari EA tercatat mengalahkan penjualan Black Ops 7 sepanjang 2025. Di pasar Amerika Serikat, Black Ops 7 turun ke posisi kelima untuk tahun tersebut.

Microsoft juga mengubah cara menjual Call of Duty. Game seri ini tidak lagi disertakan dalam Xbox Game Pass saat peluncuran, dimulai dari Call of Duty: Modern Warfare 4 tahun ini.

Langkah itu diduga untuk mendorong penjualan unit langsung. Modern Warfare 4 sendiri digarap Infinity Ward sebagai studio utama, dengan dukungan jaringan studio Activision termasuk Treyarch.

Rumor soal Halo dan Masa Depan Call of Duty

Sejumlah rumor beredar soal rencana Microsoft terhadap portofolionya. Salah satunya menyebut Microsoft mempertimbangkan menugaskan salah satu studio Call of Duty untuk menggarap game Halo.

Rumor lain menyebut Microsoft bisa menempatkan Halo di bawah naungan Activision. Langkah itu disebut bagian dari restrukturisasi besar untuk mengembalikan posisi Halo di pasar penembak orang pertama.

Belum ada konfirmasi resmi soal rumor tersebut. Yang jelas, Treyarch kini berada di persimpangan antara menuntaskan warisan Black Ops dan membangun identitas baru untuk proyek berikutnya.

Bagi penggemar di Indonesia, perubahan strategi Xbox Game Pass dan arah baru Treyarch bakal menentukan apakah mereka tetap mendapat akses lebih murah ke seri Call of Duty atau harus membeli terpisah saat peluncuran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index