Data 153 Juta SIM Warga AS-Kanada Diduga Bocor di Dark Web

Data 153 Juta SIM Warga AS-Kanada Diduga Bocor di Dark Web
juta data SIM warga AS dan Kanada diduga bocor dan diperjualbelikan di dark web.

JURNALNESIA.ID — Sebuah layanan bernama Nexus menjual dokumen pribadi dalam jumlah masif, bukan hanya SIM. Kartu medis, catatan pekerjaan, hingga kartu residensi ikut diperdagangkan. Para pelaku memanfaatkan forum kriminal Rusia, Exploit, untuk mengiklankan jasa mereka, dengan memakai pindaian SIM milik Krebs sebagai "sampel gratis" yang meyakinkan.

Dampak: Identitas Warga Biasa hingga Pejabat Tinggi Terancam

Ribuan orang berpotensi menjadi korban pencurian identitas. Krebs memverifikasi dokumen tersebut dengan berinteraksi langsung dengan penjahat, yang bahkan mempertontonkan SIM milik Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Hal ini menunjukkan bahwa data pejabat tinggi sekalipun tidak aman.

Kejadian ini bukan sekadar kebocoran biasa. Data pribadi seperti nomor SIM, tanggal lahir, dan alamat bisa dipakai untuk membuka rekening palsu, mengajukan pinjaman, atau kompromi akun digital. Skala 153 juta identitas jauh melampaui populasi Indonesia—artinya hampir setengah penduduk AS dewasa terpapar risiko serius.

Perusahaan yang Diduga Diretas: IDScan

Krebs mengidentifikasi IDScan, perusahaan verifikasi identitas berbasis Louisiana, sebagai sumber paling mungkin. Banyak korban yang ditemukan memiliki satu benang merah: mereka pernah menyewa mobil dari Hertz. Hertz diketahui menggunakan layanan IDScan untuk memverifikasi SIM pelanggan.

Selain Hertz, klien IDScan mencakup Target, FedEx, Motorola, dan Jack Henry. Ini artinya kebocoran bisa meluas ke pengguna berbagai layanan yang mempercayakan verifikasi identitas ke perusahaan tersebut. Kantor FBI di New Orleans telah membuka penyelidikan, memperkuat dugaan keterlibatan IDScan.

Layanan Nexus Tutup, Data Tetap Berisiko

Kabar baiknya, Nexus saat ini sudah tidak dapat diakses—halaman loginnya menampilkan pernyataan bahwa platform tidak lagi tersedia. Namun, penutupan layanan tidak menghilangkan data yang sudah tersalin. Para pelaku kemungkinan telah menyimpan salinannya untuk transaksi di masa mendatang.

Ini mengingatkan bahwa data pribadi yang pernah bocor akan terus beredar, bahkan jika sumber aslinya berhasil ditutup. Peristiwa serupa terjadi pada Discord, yang platform-nya diretas melalui penyedia layanan pihak ketiga, mengakibatkan lebih dari 70.000 KTP pemerintah AS terekspos.

Yang Perlu Diwaspadai Pengguna Layanan Verifikasi Identitas

Bagi Anda yang pernah menggunakan layanan rental mobil, kurir, atau aplikasi berbasis verifikasi SIM di AS—kebocoran ini berisiko langsung. Untuk pengguna Indonesia, kejadian ini menjadi alarm bahwa perusahaan yang mengumpulkan data identitas juga dapat menjadi target peretas.

Langkah mitigasi yang bisa dilakukan: pantau laporan kredit, aktifkan notifikasi aktivitas mencurigakan, dan waspada terhadap email phishing yang mencoba memanfaatkan data bocor. Dalam kasus seperti ini, kesadaran menjadi senjata utama—terutama saat dokumen fisik digital seperti SIM sudah tersebar di luar kendali pemiliknya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index