Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Integrasi Antarmoda Disebut Menguat

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Integrasi Antarmoda Disebut Menguat

JURNALNESIA.ID — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai, Rabu, didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Peresmian jalur Fase 1B itu disebut memperkuat integrasi antarmoda di kawasan Manggarai yang bakal berperan sebagai simpul transportasi publik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kehadiran LRT Kelapa Gading–Manggarai bukan sekadar menambah opsi perjalanan bagi warga ibu kota. Menurutnya, layanan itu memperkuat keterhubungan antarmoda di Jakarta.

"Kehadiran layanan ini bukan hanya menambah pilihan transportasi publik bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat integrasi antarmoda di Jakarta," kata Dudy di Jakarta, Rabu.

Manggarai Diklaim Jadi Simpul Transportasi Publik

Presiden Prabowo menilai kawasan Manggarai bakal berubah peran setelah LRT beroperasi. Ia menyebut kawasan itu akan menjadi transport hub yang menampung berbagai layanan sekaligus.

Beragam moda yang melintas di sana mencakup LRT, KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, hingga Kereta Bandara. Kombinasi itu, menurut Presiden, membentuk jaringan perjalanan yang saling terhubung.

"Lima sampai enam tahun yang lalu siapa yang mengira kita akan memiliki sistem transportasi terintegrasi seperti di Manggarai," ujar Prabowo dalam peresmian tersebut.

Kepala Negara juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalur itu. Ia menilai pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu institusi saja.

Fase 1B dan Peran Pemprov DKI

Menhub memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta pihak lain yang mendukung pembangunan dan pengembangan LRT Jakarta Fase 1B. Jalur Kelapa Gading–Manggarai merupakan bagian dari fase tersebut.

Dudy menekankan pengembangan transportasi perkotaan perlu diarahkan pada jaringan angkutan umum yang saling terhubung. Tujuannya agar perjalanan warga semakin mudah, selamat, aman, nyaman, dan efisien.

"Simpul transportasi yang kita bangun adalah sebuah ekosistem transportasi publik yang terintegrasi. Masyarakat harus semakin mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya," kata dia.

Yang Perlu Dibenahi Setelah Peresmian

Peresmian menandai dimulainya operasi komersial jalur itu. Namun sejumlah pekerjaan rumah masih menunggu, mulai dari penyesuaian jadwal antarmoda hingga kapasitas peron di titik transit.

Integrasi tarif dan sistem pembayaran tunggal menjadi ujian berikutnya. Tanpa itu, perpindahan penumpang antar moda berisiko tetap terkendala meski jalurnya sudah tersambung secara fisik.

Pemerintah provinsi dan kementerian belum memerinci target okupansi penumpang pada tahap awal. Keduanya juga belum menyebut jadwal evaluasi layanan setelah masa uji coba berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index