Target Investasi 2027 Naik 13,75% ke Rp 2.322 Triliun, Hilirisasi Jadi Andalan Baru

Target Investasi 2027 Naik 13,75% ke Rp 2.322 Triliun, Hilirisasi Jadi Andalan Baru
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani memaparkan target investasi Rp 2.322 triliun pada 2027 dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta.

KALIMANTAN TIMUR — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengungkapkan target tersebut dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, dikutip Minggu (16/8). Kebutuhan investasi nasional yang lebih luas bahkan mencapai Rp 13.032 triliun sepanjang 2025-2029, setara 143% dari total capaian investasi Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Rosan menegaskan angka tersebut bukan berasal dari belanja negara, melainkan penanaman modal badan usaha, baik domestik maupun asing, untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Kontribusi Investasi ke Ekonomi Tembus 39%

Peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai semakin kuat. Pada kuartal II 2026, investasi menyumbang sekitar 39% terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29%. Angka ini jauh melampaui kontribusi normal yang biasanya berkisar 28%-29%.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2026 sebesar 5,29%, dan investasi menyumbang kurang lebih 39%," ujar Rosan.

Dari sisi pengeluaran, investasi pada kuartal II 2026 tumbuh 6,87%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang hanya 5,06%. Kondisi ini menandakan perekonomian mulai bertumpu pada pembentukan kapasitas produksi, bukan sekadar konsumsi masyarakat.

Realisasi Hilirisasi Capai Rp 300,1 Triliun, Didominasi Sektor Mineral

Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun, atau 29,7% dari total investasi nasional. Angka ini tumbuh 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor mineral masih mendominasi dengan nilai Rp 206,5 triliun. Rinciannya:

  • Nikel: Rp 71 triliun
  • Bauksit: Rp 53,8 triliun
  • Tembaga: Rp 37,4 triliun
  • Besi baja: Rp 30,2 triliun
  • Pasir silika: Rp 5,9 triliun

Sementara itu, hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp 54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp 35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 3,8 triliun. Sebanyak 75,7% investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa, terutama Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Ekspansi ke Semikonduktor dan Produk Kelapa

Pemerintah berencana memperluas hilirisasi ke komoditas bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut. Rosan menilai sektor perkebunan dan kehutanan memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Meski nilai investasinya lebih kecil dibandingkan sektor mineral, sektor tersebut dinilai mampu memberikan dampak lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Langkah ini menjadi sinyal bagi investor bahwa peluang tidak hanya terbuka di sektor tambang, tetapi juga di sektor agrikultur dan teknologi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index