PENAJAM PASER UTARA — Otorita IKN memastikan penanaman pohon di kawasan Nusantara tidak berhenti pada pencatatan rekor. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi budaya berkelanjutan, bukan sekadar momentum seremonial tahunan.
"Buat kami sebenarnya ingin mengajak masyarakat ini menjadi lifestyle (gaya hidup), bukan hanya memperingati hari-hari besar, tapi karena kita memang butuh (untuk menjaga keberlanjutan ekosistem)," kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (16/8/2026).
Mengapa 1.708 Pohon dan 19 Jenis?
Angka tersebut bukan tanpa alasan. Ribuan bibit yang ditanam di RTH DAS Sanggai terdiri dari pohon kayu endemik Kalimantan seperti ulin, meranti, bangkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Jenis-jenis ini dipilih untuk memulihkan struktur hutan hujan tropis yang menjadi ciri khas ekosistem Kalimantan.
Selain kayu keras, Otorita IKN juga menanam tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon buah seperti rambutan, kasturi, mata kucing, dan langsat. Keberadaan pohon buah ini diharapkan menjadi sumber pakan alami bagi satwa liar sekaligus memperkuat fungsi RTH yang produktif.
Verifikasi Digital dan Keterlibatan Pramuka
Uniknya, penanaman kali ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit. Setiap pohon diverifikasi secara real time menggunakan aplikasi iKNOW yang dikembangkan Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN. Verifikasi dilakukan dengan geotagging dan unggahan swafoto peserta di lokasi penanaman.
Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengapresiasi aksi ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, rekor superlatif ini memberikan manfaat hidrologis, mencegah erosi, dan menekan suhu udara di masa depan.
"MURI mencatat ini sebagai rekor superlatif. Penanaman 1.708 pohon dari sembilan belas jenis ini merupakan rekor terbanyak di kawasan taman kota. Aksi ini adalah perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan melalui karya nyata yang memberi manfaat hidrologis, mencegah erosi, menekan suhu udara, dan menjaga Nusantara tetap hijau di masa depan," tegas Yusuf.
Antusiasme datang dari Pramuka Kwarda Kaltim yang menerjunkan sekitar 400 anggotanya. Muhammad Askar Wiryawan, perwakilan Dewan Kerja Daerah Pramuka Kwarda Kaltim, menyebut kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi para anggota.
"Sebagai anggota Pramuka yang berpegang pada Dasadharma cinta alam, kami tergerak untuk bersama-sama membangun IKN sebagai wajah Indonesia. Ini pengalaman baru bagi kami. Harapannya kawasan yang dibangun di IKN terus diimbangi dengan penghijauan kembali," ungkap Askar.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dukungan Dunia Usaha
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi besar antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta. Dukungan datang dari SKK Migas Kalimantan Sulawesi, BPDAS Mahakam Berau, SKB Bank Indonesia IKN, OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan.
Dari sektor industri dan bisnis lokal, turut berpartisipasi PT Inhutani I, PT Gunung Bara Utama, PT Karya Putra Borneo, PT Graha Panca Karsa, PT Citra Dayak Indah, PT Tepian Indah Sukses, PT Multi Harapan Utama, PT Paricoal, Bank Artha Graha, Electronic City, Swissôtel Nusantara, hingga Qubika Hotel Nusantara.
RTH DAS Sanggai juga diramaikan dengan lomba fun fishing, paddle board, panggung musik, dan pasar UMKM kuliner. Melalui aksi ini, Otorita IKN memperkuat komitmen penataan lingkungan dan pemulihan hutan (rewilding) di Nusantara.